Saat kau di hadirkan di hadapanku
Tak ku kenal, tak ku peduli, tak ku hiraukan..
Senyummu tetap merekah bak perkenalan yang tlah lama
Kau masih saja meluapkan candamu, tawamu seraya mengajakku terhibur..
Aku tak mengerti,
siapa engkau??
Tuhankah menghadirkan di sisiku sejenak dan kan menjauh..
Aku tak mengerti,,
hatimu, jiwamu..
Ingin ku intip, tapi tak mampu
Ingin ku tau, tapi tak bisa..
Aku tak mengerti hadirmu..
Tapi yang ku tau,, harap dan tanyaku bergantung pada Robbku akan dirimu..
Jumat, 12 Juni 2015
Mentari Kembali
Ku buka jendela fajar..
Mengintip sang pemecah pagi,
yang tak jenuh tuk berkokok
mengumandangkan semangat salam pagi
Ku terjaga dalam pikirku..
memandang tak ujung pandang
Sang Mentari kembali menyapaku..
kembali tuk menghangatkan ard' Ilahi
yang telah terbasahi oleh kumpulan embun
bersatu dalam berkahnya hujan
Ia kini datang dengan sejuta asa
Menyerukan pesan Tuhan tuk tak gundah
"Tegaplah berdiri, songsong Mentari esokmu,
Wujudkan kembali senyum merekahmu,
tuk kau persembahkan kepada orang-orang terkasihmu,
dan kepada Robbmu"..
Engkau segalanya bagiku, BAHIBBAK ROBBII
Mengintip sang pemecah pagi,
yang tak jenuh tuk berkokok
mengumandangkan semangat salam pagi
Ku terjaga dalam pikirku..
memandang tak ujung pandang
Sang Mentari kembali menyapaku..
kembali tuk menghangatkan ard' Ilahi
yang telah terbasahi oleh kumpulan embun
bersatu dalam berkahnya hujan
Ia kini datang dengan sejuta asa
Menyerukan pesan Tuhan tuk tak gundah
"Tegaplah berdiri, songsong Mentari esokmu,
Wujudkan kembali senyum merekahmu,
tuk kau persembahkan kepada orang-orang terkasihmu,
dan kepada Robbmu"..
Engkau segalanya bagiku, BAHIBBAK ROBBII
Selasa, 09 Juni 2015
Harapku
Ya Allah...
Saat tungkai hidupku termakan oleh waktu
Hilang dalam bayang, lari dari peradaban
dan menjauh dari ceritaku
Kini harap dambaku hanya pada-Mu
Ku ingin meraih-Mu, tuk kembali mengecap
Indahnya keangungan-Mu
Sungguh ku tak berdaya tanpa-Mu
Walau ku tau,
Setitik tidak akan pernah mengalahkan
Luasnya Kasih-Mu
Semoga Engkau di sisiku
Saat tungkai hidupku termakan oleh waktu
Hilang dalam bayang, lari dari peradaban
dan menjauh dari ceritaku
Kini harap dambaku hanya pada-Mu
Ku ingin meraih-Mu, tuk kembali mengecap
Indahnya keangungan-Mu
Sungguh ku tak berdaya tanpa-Mu
Walau ku tau,
Setitik tidak akan pernah mengalahkan
Luasnya Kasih-Mu
Semoga Engkau di sisiku
Langganan:
Postingan (Atom)